Rabu, 14 November 2018



Riuh gemuruh suara knalpot motor tua semakin menggelegarkan suasana ditempat bersejarah itu, diiringi dengan suara krincingan bel sepeda ontel antik yang mempelopori semangat peserta, warga, maupun panitia untuk menyuarakan euforia pada acara Parade Juang 2018 tersebut. Acara yang setiap tahunnya digelar ini, tidak pernah sepi dari pengunjung. Bahkan peringatan resmi yang dianggap sakral ini semakin membeludak setiap tahunnya, baik pengunjung maupun serangkaian acaranya.
Acara yang dikemas dengan sedemikian meriah ini, dibuka dengan theatrical perjuangan yang bertempat tepat didepan tugu pahlawan tersebut. Rangkaian acara selanjutnya yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, dengan sangat antusias Dr.Ir. Tri Rismaharini, M.T selaku walikota Surabaya memberi sambutan atas acara yang diselenggarakan dan tak lupa beliau berterimakasih kepada warga Surabaya yang berbondong-bondong hadir dalam acara tersebut, beliau berpesan agar kita seua tetap bisa memerangi masalah kebodohan dan kemiskinan yang ada di Kota tercinta, Surabaya.
Pada pukul 08.00 WIB pemberangkatan seluruh peserta diawali pada titik Tugu Pahlawan yang selanjutnya mengarah ke lokasi kedua yaitu Viaduk, Hotel Majapahit, Gedung Grahadi, Monumen Bambu Runcing, Monumen Perjuangan Polri, SMAK Santa Maria, hingga pada titik finish di Taman Bungkul.
Konvoi yang diramaikan oleh seluruh warga Surabaya ini memberikan pesan tentang kesatuan yang dimiliki arek arek Suroboyo tentang bagaimana mereka menghargai sosok pahlawannya dan tetap mengenang jasa para pahlwannya. “Saya harap acara ini dapat bermanfaat bagi seluruh warga Surabaya, dan tetap dilestarikan karena sayang kalau tidak berkelanjutan mengingat antusias warga yang sangat menyambut seperti ini, kita harus bangga karena masih banyak warga Surabaya yang masih menghargai jasa pahlawannya yang telah gugur” ujar Dedy, salah satu pengunjung parade tersebut.
Dengan adanya pagelaran ini, diharapkan dapat menambah tali silaturahmi sesama warga Surabaya maupun warga luar, dan bisa memberi contoh terhadap semua daerah di Indonesia tentang menghargai jasa pahlawannya yang telah gugur. (10/11/18)